Bahaya Mengemudi di Jalur Kanan Jalan Tol!

Jalan Tol adalah salah satu bentuk dari usaha pemerintah untuk lebih mempermudah masyarakat agar bisa melakukan mobilitas baik di dalam hal ekonomi ataupun sosial dengan lebih cepat serta lebih baik.

Mengemudikan mobil pada jalan tol memang harus mengikuti aturan serta kaidah yang berlaku. Karena, berkendara pada jalan tol juga punya sedikit perbedaan dengan jalan raya.

Selain berbeda di batas kecepatan, pemilihan lajur yang sesuai juga adalah salah stau kunci keamanan di saat mengemudi di jalan tol.

Karena, pada jalur atau lajur di bagian kanan biasanya dipakai oleh para pengemudi untuk mengemudi dengan kecepatan tinggi agar bisa mendahului kendaraan yang ada di depan mereka.

Aturan ini juga sebetulnya ditulis pada UU Nomor 22 Tahun 2009 Pasal 108 mengenai Jalur dan Lajur Lalu Lintas. Pada ayat ke 3 nya berkata bahwa sepeda motor, kendaraan yang kecepatannya lebih rendah, mobil barang, serta kendaraan tidak bermotor harus ada di jalur kiri jalan.

Sedangkan untuk jalur kanan hanya bisa dipakai oleh kendaraan yang lebih cepat, kendaraan yang mau belok kanan, mengubah arah, ataupun mendahului kendaraan lain.

Sony Susmana sebagai Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia atau SDCI berkata jika peluang terjadinya kecelakaan akan jadi semakin besar saat seseorang tak berkonsentrasi secara penuh.

Padahal, sekarang ini sudah ada banyak sekali contoh kecelakaan, tapi masih banyak pula pengendara yang tak peduli kalau lajur kanan sebenarnya paling berbahaya.

“Mengapa berbahaya? Karena lajur kanan itu adalah yang paling cepat laju kendaraannya. Biasanya saling mendahului di lajur kanan jadi jarang yang menjaga jarak.” Ucap Sony.

Itulah kenapa, pengendara yang melaju di bagian jalur kanan juga harus tahu tentang batas kecepatan yang aman. Tujuannya supaya selalu mendapatkan jarak aman dengan kendaraan yang ada di bagian depan.

Sementara itu, bagi kendaraan yang berkendara di bagian jalur ke dua atau pun ke tiga, lebih baik lebih berhati – hati saat akan berpindah jalur ke bagian jalur kanan.

“Berikan ruang bagi kendaraan yang akan mendahului, biasanya mereka ada kepentingan yang lebih utama makanya berada di jalur tersebut.” Ungkap Sony.

Di saat akan melakukan perpindahan jalur, jangan lupa juga untuk memberikan isyarat lewat lampu sein serta pastikan kondisi di bagian belakang mobil lewat kaca spion supaya lebih aman saat mau berpindah jalur.

Lalu, kalau sudah mendahului, segeralah untuk kembali lagi ke jalur kiri agar menghindari kecelakaan tabrakan beruntun yang lebih banyak dan biasanya terjadi di lajur kanan.

Jangan lupa juga untuk selalu menjaga jarak aman dan menjaga batas kecepatan agar tidak terjadi kecelakaan yang tak diinginkan.